Sejarah Program Studi Psikologi Universitas Telkom
Perkembangan era digital telah mengubah cara manusia berkomunikasi, bekerja, dan berinteraksi, sekaligus memengaruhi kesehatan mental secara signifikan. Revolusi digital membawa berbagai manfaat, namun juga menghadirkan tantangan baru seperti stres, kecemasan, depresi, perundungan daring, dan penyebaran informasi yang salah. Fenomena ini menegaskan perlunya tenaga profesional yang memahami psikologi sekaligus mampu merespons permasalahan yang muncul akibat perkembangan teknologi.
Media—baik tradisional maupun digital—berperan penting dalam membentuk persepsi dan perilaku manusia. Pertumbuhan pesat internet dan media sosial membuat dampak psikologisnya semakin nyata. Menyadari urgensi ini, Universitas Telkom memandang penting untuk menghadirkan Program Studi Psikologi yang adaptif terhadap perubahan digital, berfokus pada antarmuka antara teknologi dan kesejahteraan psikologis.
Pendekatan ini selaras dengan beberapa tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain:
- Kesehatan dan Kesejahteraan (SDG 3): Berkontribusi pada peningkatan kesehatan mental dan kesejahteraan masyarakat.
- Pendidikan Berkualitas (SDG 4): Menyediakan pendidikan psikologi yang berkualitas tinggi, integratif, dan berbasis teknologi untuk membentuk lulusan yang kompetitif di pasar global.
- Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (SDG 8): Menyiapkan profesional yang siap menghadapi tantangan modern dan mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
- Mengurangi Kesenjangan (SDG 10): Memperluas akses terhadap layanan kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis melalui inklusi digital.
Dengan komitmen pada pendidikan berkualitas, inovasi, dan keberlanjutan, Program Studi S1 Psikologi Universitas Telkom bertujuan melahirkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademis dan profesional, tetapi juga menjadi agen perubahan positif yang meningkatkan kesadaran publik dan mengurangi stigma terhadap gangguan mental.
